google-site-verification=kyoZuJfnCslC6nAYsR6MS6s8JZnvGiySiMr38xtZi40
Kisah Hikmah,  Nonfiksi

Balada Sakit Gigi di Masa Pandemi

“Siapa yang bilang lebih sakit gigi daripada sakit hati?” Kata salah satu kawan sambil bersungut-sungut.

“Iya, apalagi sakit giginya pas ada acara makan-makan begini.” Aku balas ucapannya.

Tangan kananku memegang pipi kanan bawah yang bengkak karena sakit gigi.

Nasib.. nasib.. sakit gigi kok ya pas ada hajatan di sekolah. Aku jadi kurang berselera melihat aneka hidangan makanan di meja prasmanan. Padahal, momen semacam ini bisa menjadi sarana bersilaturahmi sekaligus perbaikan gizi. Wkwkwk.

Sebenarnya mudah saja mengatasi sakit gigi. Serahkan pada ahlinya. Bawa saja ke dokter gigi.

Tapi, di musim pandemi COVID 19 ini pergi ke dokter gigi menjadi alternatif terakhir yang bisa kita lakukan. Hanya untuk kondisi darurat saja.

Sekedar mengingatkan, COVID 19 menular lewat droplet, yaitu cipratan air liur yang keluar dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, atau berbicara. Sementara itu, saat memeriksakan kondisi kesehatan gigi ke dokter gigi, otomatis pasien harus buka mulut lebar-lebar, dong. Artinya, pasien membuka lebar “pabrik droplet” miliknya.

Ehem!

Maka dari itu, semalam sudah kucari langkah-langkah alternatif sebelum pergi ke dokter gigi. Mulai dari berkumur dengan air garam, mengunyah bawang, dan meneteskan propolis di lokasi gigi yang sakit (plus di tempat gusi yang bengkak).

Semuanya berhasil, untuk sementara waktu. Beberapa menit kemudian kambuh lagi rasa sakitnya.

Aku jadi serba salah. Nggak doyan makan, tidur nggak nyenyak, hidup nggak tenang.

Saking nggak tahannya, sampai nangis aku. Ya Allah, gini banget rasanya orang sakit gigi. Padahal gigi doang yang sakit, menderitanya kaya gini. Astaghfirullah..

Diam-diam, aku ingat punya simpanan onat penurun panas untuk anak-anak. Kucari obat itu dan segera kuminum.

Alhamdulilah.. rasa sakitnya mulai reda. Aku bisa tidur dengan nyenyak. Sambil tiduran aku berdoa, semoga sakit gigi ini segera sembuh. Teringat tugas mulai yang harus kuemban esuk pagi, menjadi MC di acara pelepasan PNS purna tugas di kantor.

Sakit gigi segera pergi ya, please…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: